Sebagai seorang programmer, kita selalu dituntut untuk bersikap perfect. Adalah sesuatu yang menyebalkan jika mendapat komplain soal bug di aplikasi. Itulah sebabnya mengapa untuk menyatakan sebuah software itu komplit akan memakan waktu sangat lama.

Tetapi, beberapa tahun pengalaman membuat sikap saya terhadap kesempurnaan sebuah software berubah. Melihat bagaimana produk-produk besar semacam Gmail atau Flickr di release dengan konsep Beta release, dan penyempurnaan sementara aplikasi berjalan, sangat berpengaruh kepada persepsi saya.

Ternyata bukan tergantung kepada peran seorang programmer untuk menentukan apakah produk itu siap release atau belum. Tugas seorang programmer hanya memastikan bahwa produk tersebut sudah siap release dari segi bisnis dan melakukan perbaikan dan improvement sesuai dengan pandangan bisnis. Jika keputusan untuk me-release sebuah software berada di tangan seorang programmer, bisa dipastikan aplikasi tersebut baru akan release setelah semua fitur berjalan dengan benar. Tetapi kualitas dari software akan terbuang percuma karena tidak ada user yang akan menggunakannnya karena pesaingnya sudah meluncurkan produk yang sama. Software akan useless bila tidak ada orang yang menggunakan.

Jadi, pelajaran yang saya dapatkan selama 3 tahun lebih bekerja adalah: "Release early, release often"