Pas ke jakarta kemaren, saya perhatikan kalau kode karakter nopol mobil di Jakarta menjadi 3 Huruf. Dan ketika saya baca di beberapa blog dan sebuah situs media, SAMSAT Jakarta menyatakan kalau memang kehabisan digit untuk nomer kendaraan. Heran aja, dikasih 4 digit plus 2 kombinasi karakter, tetapi bisa kehabisan. Memang seberapa banyak sih mobil dan motor di Jakarta? Jika saya coba hitung dari digitnya

9999 x 27 x 26 = 7.019.298

7 juta kendaraan. Pantesan aja jakarta macet. Cuman, yang saya permasalahkan adalah solusi untuk menambah jumlah huruf untuk Nopol baru. Ini yang menurut saya kurang cerdas. Secara akan membuat plat nomer yang udah jelek, menjadi lebih panjang dan lebih jelek lagi. Belum lagi akan menyusahkan orang untuk mengingat nomer kendaraan. Dengan menambah 1 digit di belakang

9999 x 27 x 27 x 26 = 189.521.046

189.5 Juta dengan kompleksitas nomer semacam: B 9919 JXR. Panjang banget. Jadi plat metal yang dibuat dari plat drum bekas yang asalnya udah jelek, jadi tambah jelek dan panjang.

Apakah ada solusi lain? Ya, tentunya ada solusi yang mudah. Daripada menambah digit di belakang, kenapa tidak mengubah 4 digit angka tersebut menjadi bilangan basis 36? (Base-36 adalah bilangan 0-9, A-Z) Dengan base-36, mungkin 3 huruf dibelakang ngga akan diperlukan lagi. Kita hitung kemungkinan untuk base-36

4 Digit untuk base36 adalah 1.679.615
Jadi total kendaraan yg muat adalah = 1.679.615 x 27 x 26 = 1.179.089.730

1 milyar, tanpa hrs nambah panjang plat nomer, Contoh plat nomer yang valid adalah: B JXPY CR. Juga menambah peluang untuk customizing plat nomer dengan nama pemiliknya semacam: B ANDI CX atau B FER DI

Moral: Mikir dulu sebelum nambahin digit.