Ceritanya gini. Gara2 takut akan razia software bajakan, semua software yang berbau bajakan di hapus, diganti ma winxp Genuine. Berikut aplikasinya. Yang berbau bayar dihajar semua, yang dulunya comfort ma Photoshop, harus bersenang2 bersama The Gimp. Yang ke-enakan pake M$ Excel, sekarang harus bersusah payah pakai OpenOffice. Yang dulunya pakai EditPlus, sekarang harus bergaul dengan Komodo-Edit atau SciTE. Dan ini adalah cerita mengenai duka dari transformasi tersebut

Personally, Komodo-Edit atau SciTE saya rasa lebih powerful dibanding Editplus yang "seadanya" Both punya fitur yang keren semacam:

  1. Regex search and replace yang canggih,
  2. Auto-completion yang responsif dan perfect, terutama si Komodo
  3. Syntax hilite yang keren, dan configurable, terutama SciTE
  4. Auto-Indent
  5. Run/compile command yang bagus

Dan fitur2 lain yang menurut saya, lebih mantab dibanding si EditPlus. Mungkin cuman masalah kebiasaan aja dan waktu aja diperlukan buat beberapa programmer yang sempet komplen karena gagal menundukkan keganasan si Komodo ini.

Itu di sisi IT nya. Di sisi web desainer dan para copy-writer, memakai Gimp sepertinya cukup melelahkan bagi mereka. Some komplen kalau Gimp lambat — tentu aja lambat, lha wong memori pc nya terbatas, 20 image file berukuran megabytes dibuka semua, sulit dan ngga user-friendly. Mungkin konsep SDI dari Gimp yang kurang familiar bagi mantan photoshop user ini. Mungkin sedikit baca2 di dokumentasi dan tutorial Gimp akan mencerahkan hari anda.

Yang paling bete, dengerin complain manajemen tentang bagaimana mereka ga bisa memakai OpenOffice. Yang katanya lambat, ga bisa buka file .XLS, dan beberapa nada sumbang lainnya. Saran saya pertama buat mereka adalah: upgrade PC anda. Jaman sekarang pakai memori 256MB kayanya dah ngga pantes deh. OpenOffice masih mending, coba pake si Vist4, tau rasa deh gimana dodolnya Vist4. Terus problem masalah ga bisa buka file .XLS, File .XLS adalah format file standar excel. Menurut saya, harusnya mereka dah bersyukur, si OpenOffice yang produk gratis udah bisa membaca kebanyakan file .XLS. Kalau misalnya ada beberapa file yang ga bisa dibuka, mungkin adalah file2 yang memakai macro / feature ActiveX dari si M$, atau file2 Office 2003. Kenapa ndak minta si sender untuk ngirim pake format .XLS yang 2000? Btw, udah bagus si OpenOffice bisa baca file .XLS yang formatnya dirahasiakan oleh M$. Lucunya lagi, yang komplen adalah orang2 yang sangat kuatir dengan razia itu. Mau enak, bayar dong! Senengannya gratisan doang! Don’t Blame OpenOffice. OpenOffice is great product, yang sayangnya berada di tangan user yang salah.

Moral of the story: Know the product first before complaining.