Saya ngga pernah kaget, saat seorang temen saya — Joko ber-statement bahwa ada Web Developer yang pasang tarif sekitar Rp. 200rb untuk layanan nya (harga termasuk hosting juga). Kemudian dia bilang: “Memang sih pakai template, tetapi ada animasinya juga lho, juga contact-form”. Lalu saya tanya, apakah dia ngga rugi, dia jawab, “Memang untuk pertama harus berani ‘kerja bakti’”. Dia juga menambahkan, “yang penting portfolio nya banyak, kalau bisa ratusan”

Saya ngga begitu setuju dengan statement mas Joko diatas, memang kita punya banya portfolio yang bisa di tunjukkan ke calon client, mereka bisa saja menganggap nih company hebat banget, garap project sebanyak itu, padahal belum ada satu tahun, tetapi apakah mereka tidak mempertimbangkan kualitas dari pekerjaan? Seandainya saja, staff IT dari client sering browsing, tentu saja mereka akan memperhatikan bahwa sebagian besar portfolio kita adalah “Template Work”, dan bila itu terjadi, saya akan bertanya: “Pantaskah saya menyebut diri saya seorang Web Developer sedangkan yang saya kerjakan hanya download dan modifikasi template?“

Kesimpulan saya, janganlah kita terlalu mengejar kuantitas dari pekerjaan kita, apalagi kalau yang kita jual adalah Layanan, kualitas jauh lebih penting

A sasitfied customer and best quality product is the best marketer